oleh

Maret 2019, NTP Papua 0,81 Persen

JAYAPURA- Badan Pusat Statistik (BPS) merilis Nilai Tukar Petani (NTP) di Provinsi Papua pada bulan Maret 2019 mengalami kenaikan sebesar 0,81 persen dengan indeks NTP sebesar 91,61. Sedangkan Nilai Tukar Usaha Rumah Tangga Pertanian (NTUP) di Papua Maret 2019 tercatat naik sebesar 0,51 persen.

Para Petani di Jalan Baru Kotaraja Sedang Melakukan Penanaman Sayur Mayur

“NTP Papua Maret 2019 tercatat naik 0,81 persen menjadi 91,61 dibandingkan NTP Februari 2019. Berdasarkan pemantauan harga pedesaan di beberapa daerah di Papua, kenaikan indeks NTP disebabkan oleh perubahan indeks harga yang dibayar petani sebesar -0,30 persen, lebih kecil dari perubahan indeks harga diterima petani yang mengalami kenaikan angka indeks sebesar 0,51 persen,”ungkap Bambang Wahyu Ponco Aji, SSt, M.Si,Kepala Bidang Statistik Distribusi BPS Provinsi Papua di Aula Sasana Gama Kantor BPS,Senin (01/4/2019).

Lebih lanjut Bambang menjelaskan bahwa NTP Nasional Maret 2019 sebesar 102,73 atau mengalami penurunan 0,21 persen. Sedangkan NTP Provinsi Papua bulan Maret 2019 menurut subsektor yaitu: NTP Subsektor Tanaman Pangan 83,99; NTP Subsektor Holtikultura 84,93; NTP Subsektor Tanaman Perkebunan Rakyat 103,02; NTP Subsektor Peternakan 103,57 dan NTP Perikanan 99,74. Lebih lanjut, NTP subsektor Perikanan dirinci menjadi NTP Perikanan Tangkap 106,67 dan NTP Perikanan Budidaya 80,80.
“Dari 33 provinsi, 17 provinsi mengalami peningkatan NTP sementara 16 provinsi lainnya mengalami penurunan NTP dimana Sulawesi Tenggara tercatat mengalami kenaikan NTP tertinggi yaitu 1,41 persen sedangkan DKI Jakarta tercatat mengalami penurunan NTP terbesar yaitu sebesar -2,43 persen,”jelasnya.
Sementara itu, Inflasi Pedesaan Papua Maret 2019 tercatat mengalami deflasi 0,36 persen. Dari 33 provinsi tercatat 19 provinsi mengalami inflasi perdesaan, 14 provinsi mengalami deflasi perdesaan. Inflasi pedesaan tertinggi terjadi di DKI Jakarta yaitu sebesar 0,98 persen dan deflasi perdesaan terbesar terjadi di Nanggroe Aceh Darussalam yaitu turun sebesar -0,68 persen.
Bambang Wahyu menambahkan NTP menurut Subsektor Tanaman Pangan (NTPP)pada bulan Maret 2019, NTPP sebesar 83,99 atau mengalami kenaikan indeks sebesar 0,78 persen dibandingkan NTPP Februari 2019. Hal ini disebabkan oleh yang mengalami kenaikan angka indeks sebesar 0,51 persen dan mengalami penurunan angka indeks sebesar 0,26 persen.
Angka indeks yang mengalami kenaikan disebabkan oleh kelompok palawija yang naik sebesar 0,59 persen sedangkan perubahan disebabkan oleh turunnya Indeks Konsumsi Rumah Tangga (IKRT) sebesar -0,32 persen dan Indeks Biaya Produksi dan Penambahan Barang Modal (BPPBM) yang mengalami kenaikan sebesar 0,09 persen.
“Sedangkan Subsektor Hortikultura (NTPH) pada Maret 2019 naik sebesar 2,07 persen menjadi 84,93. Begitupun Subsektor Tanaman Perkebunan Rakyat (NTPR) naik sebesar 0,50 persen menjadi 103,02. Subsektor Peternakan (NTPT) tercatat sebesar 103,57 atau mengalami penurunan angka indeks sebesar – 0,03 persen dibandingkan NTPT bulan sebelumnya,”jelas dia.

BACA JUGA  DPD Pertanyakan Menkopolhukam Soal Dana Otsus

Editor: LEPIANUS KOGOYA

Komentar