BI: Perekonomian Papua Tumbuh 4,78 Persen

JAYAPURA- Kinerja perekonomian Provinsi Papua pada triwulan IV 2017 mengalami penguatan dibandingkan triwulan sebelumnya. Tercatat perekonomian Provinsi Papua pada triwulan laporan tumbuh sebesar 4,78% (yoy) dibandingkan triwulan sebelumnya yang tumbuh sebesar 3,87% (yoy).
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Papua, Joko Supratikto dalam laporan Kajian Ekonomi Dan Keuangan Regional Provinsi Papua Februari 2018 menjelaskan Kenaikan ekspor luar negeri menjadi pendorong kenaikan ekonomi Papua pada triwulan IV 2017 sejalan dengan peningkatan kinerja lapangan usaha pertambangan.
Selain itu, peningkatan kinerja juga terjadi pada lapangan usaha konstruksi dan administrasi pemerintahan sejalan dengan perbaikan kinerja investasi. Sementara, kinerja lapangan usaha pertanian terpantau mengalami kenaikan yang didorong oleh panen di beberapa daerah. Perayaan natal dan tahun baru pada triwulan IV 2017 menjadi pendorong kinerja lapangan usaha perdagangan.
“Sementara untuk keseluruhan tahun 2017, regulasi izin ekspor mineral masih menjadi faktor utama penahan kinerja lapangan usaha pertambangan yang pada akhirnya mempengaruhi kinerja perekonomian Papua secara keseluruhan,” jelas Joko.
Selain itu, peralihan pemerintahan pasca pilkada menyebabkan penyerapan anggaran selama tahun 2017 kurang optimal. Memasuki triwulan I 2018, kinerja perekonomian Papua diperkirakan mengalami kenaikan. Optimalisasi kinerja pertambangan dan ekspor diperkirakan menjadi faktor utama pendorong perekonomian Papua. Sementara itu, berlalunya perayaan Natal Dan Tahun Baru serta panen menjadi faktor penahan kinerja ekonomi pada triwulan I 2018.

KEUANGAN PEMERINTAH
Realisasi APBN dan di lingkup Provinsi Papua pada triwulan IV 2017 mengalami peningkatan, baik pada pos pendapatan maupun pos belanja dibandingkan periode yang sama tahun 2016. Pada triwulan IV 2017 sumber pendapatan terbesar berasal dari pajak dalam negeri. Sementara itu, realisasi belanja terbesar pada triwulan IV 2017 berasal dari belanja modal. Selain itu, Realisasi APBD Papua pada triwulan IV 2017 secara umum mengalami peningkatan. Realisasi Pendapatan dan Belanja mengalami peningkatan baik secara nominal maupun persentase realisasi. Berdasarkan pangsanya, postur pendapatan APBD Papua mayoritas berasal dari lain-lain pendapatan daerah yang sah dengan komposisi terbesarnya berasal dari dana otonomi khusus. Dari sisi belanja, peningkatan terbesar berasal dari peningkatan belanja tidak langsung. Peningkatan tersebut terutama didorong oleh peningkatan belanja barang dan jasaserta belanja modal.

SIAPA CALON GUBERNUR PAPUA 2024-2029, PILIHAN ANDA
  • Add your answer

Editor: HANS BISAY

Komentar