oleh

PON XX: KONI Papua Gelar Ibadah dan Rekreasi Bersama Atlet

JAYAPURA (PTIMES)- Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI)Papua menggelar ibadah syukur dan rekreasi bersama atlet dan Pengurus Provinsi (Pengprov) Cabang Olahraga, Sabtu (14/12/2019) di Pantai Hamadi Jayapura.

Ibadah dan rekreasi bertujuan untuk meningkatkan solidatis antara KONI Papua, Pengprov dan atlet Papua yang akan berlaga di Pekan Olahraga Nasional (PON) XX tahun 2020 mendatang.

Ibadah dan Rekreasi KONI Papua Bersama Atlet dan Pengprov Diwarnai Lomba Yel-Yel PON XX. Tampak Sekum KONI Menyerahkan Hadiah Kepada Para Pemenang.

Pdt. Petrus Imulyana dalam khotbahnya disela-sela ibadah syukur Kejuaraan dalam iven olahraga sangat rentan dengan kejahatan dan godaan-godaan selalu datang dan cukup menggiurkan. Oleh karena itu, KONI,Pengprov dan atlet Papua hendaknya bekerjasama dalam menghadapi tantangan tersebut. “Bertandinglah dengan iman kebenaran,”pesanya.

Dikatakannya, Orang Papua dilahirkan menjadi yang terbaik. Iman dengan olahraga sangat erat kaitannya. Jadi iman atlet harus seteguh baja. Bertandinglah dengan iman dengan berbuat yang terbaik.
Dalam firmannya yang terambil dari Perjanjian Baru, 1 Timotius pasal 6 ayat 12 disebutkan bahwa Bertandinglah dalam pertandingan yang menang. Dan bertandinglah dengan kebenaran maka itu akan membuahkan hasil yang baik.

‘’Adakalanya kita ingin bersuka- suka dan bersenang – senang. Kita hidup untuk berjuang atau berjuang untuk hidup. Jadi kalau kita ingin hidup, kita harus berjuang. Kalau atlet ingin masuk sejarah bangsa atau ingin dikenal dan dicatat dalam sejarah bangsa, maka berlatihlah dengan serius dan sungguh-sungguh. 2020 akan menjadi masa emas,’’ kata Mulyana.

Pdt.Petrus mengatakan dalam kebersamaan dan keberagaman ada identitas yang tidak bisa di lupakan oleh manusia, termasuk para atlet dalam setiap melakukan kegiatan yaitu pengucapan syukur. Oleh karena itu, kalau waktu berdoa, berdoalah. Kalau waktu santai, bersantai lah, waktu bertanding, fokuslah bertandinglah.

Hidup ini peperangan, butuh psykis. Untuk itu, jaga hati dalam setiap latihan dan bertanding. “Oleh karena itu, mari jaga hati, hati yang gembira adalah obat manjur. Semangat 50 persen menjadi penentu kemenangan. Sedangkan 50 persen lagi dari atlet yakni dari kemauan. Jadi kalau atlet ada kemauan dan nama atlet ingin tercatat dalam lembaran Negara, maka berjuanglah dan raihlah mimpimu di PON XX tahun 2020.”
Dikatakanya, perjalanan yang panjang harus dimulai dari langkah pendek. ‘’Jadi mari kita mulai dari perkara kecil. Jadi kalau mau atlet profesional. Harus dimulai dari amatir.

Ibadah syukur dan rekreasi diikuti atlet dari 37 Cabang Olahraga (Cabor). Tampak hadir Perwakilan KONI Pusat, Sekretaris Umum (Sekum) KONI Papua, Pengurus KONI dan Pengprov Cabor dan atlet. Acara tersebut dimeriahkan berbagai lomba diantaranya lomba yel-yel PON antar rumpun Cabor yang dimenangkan Cabor rumpun beladiri dengan hadiah Rp10.000.000 , juara kedua Cabor Permainan dengan hadiah Rp 7.500.000. Juara ketiga Cabor terukur dengan hadiah Rp 5.000.000 dan juara harapan I Cabor akurasi Rp2.500.000.

Editor: HANS B/ROBIN JS

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed