oleh

KONI: Oknum Atlet dan Pelatih Provokator Dicoret

JAYAPURA (PTIMES)- Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) mengingatkan seluruh atlet dan pelatih yang sedang menjalani Training Center (TC) atau pemusatan latihan untuk benar-benar berlatih dengan baik. Pasalnya, pembentukan tim inti PON segera akan diputuskan awal tahun depan (2020).

Bagi atlet dan pelatih yang tidak menunjukan performa terbaik, tidak disiplin dan menjadi provokator, penghasut didalam tim yang sedang latihan dipastikan takkan diakomodir dalam tim inti kontingen Papua pada Pekan Olahraga Nasional (PON) XX.

Mewakili Ketua Umum KONI Papua, Sekum Memberikan Arahan kepada Para Atlet, Pengprov, dan Pengurus KONI Papua disela-sela Ibadah Syukur dan Rekreasi.

Hal itu ditegaskan Kenius Kogoya,SP,M.Si, Sekretaris Umum KONI Papua saat menyampaikan sambutannya disela-sela Ibadan Syukur dan Rekreasi KONI Papua, Atlet dan Pengurus Provinsi (Pengprov) Cabang Olahraga (Cabor) yang berlangsung di Pantai Hamadi, Sabtu (14/12/2019).

Sekum KONI menginformasikan bahwa saat jumlah atlet Papua yang mengikuti TC sebanyak 1.115 orang, ditambah pelatih dan official kurang lebih 300 orang. Mereka difasilitasi akomodasi, uang saku atau honor oleh Pemerintah Provinsi Papua melalui KONI Papua.

“Kurang lebih 1.400 atlet,pelatih dan official difasilitasi atau ditanggung Pemerintah Papua melalui KONI. Jumlah ini cukup banyak. Makanya nanti diawal tahun akan dilakukan promosi degradasi sehingga nantinya tinggal 800 atlet saja yang menjadi tim inti kontingen Papua di PON,”ungkapnya.

1400 atlet plus pelatih official sampai saat ini belum berstatus tim inti PON Papua. Oleh karenanya, apabila ada oknum atlet maupun pelatih yang menganggu aktivitas latihan maka sanksi tegas akan diambil KONI kepada yang bersangkutan.

“Perlu diketahui bahwa atlet dan pelatih belum dibuat SK Kontingen. Jangan kaget nanti ketika kita kurangi atlet dan pelatih, kita akan buat promosi degradasi. Tugas atlet adalah berlatih dengan sebaik-baiknya. Bukan melakukan aksi demo. Saya kurang respek dengan apa yang dilakukan oleh oknum atlet pelatih yang melakukan aksi demo ke DPRP. Kita akan berikan sanksi tegas,”bilang Kenius Kogoya.

Kenius menambahkan bahwa PON adalah iven bergengsi di tanah air dan tidak semua orang bisa berlaga di iven ini. Hanya atlet-atlet terbaik yang tampil di PON. Oleh karena itu, moment ini adalah kesempatan emas bagi atlet-atlet Papua mencatatkan nama dan prestasinya dilembaran negara dan akan dikenang sepanjang masa.

“Bukan hanya itu saja, atlet yang meraih prestasi terbaik dan mendapatkan medali emas, perak dan perunggu dipastikan menerima bonus yang lebih besar dibandingkan dengan PON XIX Jawa Barat. Makanya saya minta sekali lagi adik-adikku para atlet berlatihlah dengan semangat,”pintas Kenius Kogoya.

Editor: YESAYA M/ROBIN JS

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

1 komentar

  1. Disiplin hal mutlak seorang atlit dapat berprestasi maksimal, demikian juga halnya official, pelatih, pengurus serta jajaran stakeholder penyelenggara yang menginginkan PON XX 2020 sukes baik penyelenggaraan maupun prestasi. Ultimatum Bapak Kenius hendaknya jangan hanya berlaku bagi atlet, pelati dan official saja tetapi jajaran pengurus KONi bahkan Ketua-Ketua Cabor yang Notabene para pejabat yg indisipliner dan lalai dalam memantau perkembangan performa, kelayakan hidup dan kesejahteraan atlit, pelatih dan official yang menjadi tanggung-jawabnya juga tanpa pandang bulu harus segera dipecat. Bapak Kenius seharusnya segera membentuk tim inspeksi independen yang bergerak cepat dan senyap guna memantau dan menilai semua cabor apakah sudah memenuhi standarisasi penusatan yang dicanangkan. Tentu saja penilaian tersebut akan sangat berelevansi dengan efektifitas jumlah anggaran yang telah digelontorkan untuk setiap cabor. Salam sukses

News Feed