oleh

Kabupaten Tolikara: Pemkab Salurkan Dana Studi di 27 Korwil Se-Indonesia

SENTANI (PTIMES)- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tolikara Provinsi Papua tahun ini (2019) menyalurkan bantuan beasiswa studi akhir dan beasiswa studi langka bagi mahasiswa Tolikara yang tersebar di 27 kota se-Indonesia.

“Pemkab Tolikara menyalurkan bantuan dana beasiswa bagi mahasiswa di wilayah Indonesia timur, tengah dan barat yang terdata berjumlah 27 korwil. Selain dana bantuan studi akhir dan dana studi langka, kami juga menyalurkan dana bantuan pemondokan” ungkap Kepala Bagian (Kabag) Ekonomi dan Pembangunan SDM Setda Kabupaten Tolikara, Yunius Tabuni, S.STP di Jayapura.

Tabuni menjelaskan dana bantuan ditransfer langsung ke rekening masing-masing mahasiswa dengan jumlah bervariasi sesuai jurusan dan tingkat pendidikan. Untuk studi langka seperti kedokteran, penerbangan dana bantuan diberikan sejak semester III sedangkan jurusan umum diberikan satu kali yakni pada semester akhir.

“Harapan kami, adik-adik mahasiswa bisa menggunakan dengan baik uang ini sesuai dengan kebutuhan kuliahnya sehingga bisa menyelesaikan kuliah tepat waktu dan kembali membangun daerah,”pintanya.

Lebih lanjut Tabuni mengatakan pembiayaan studi mahasiswa sepenuhnya tanggung jawab orang tua sedangkan pemerintah pada dasarnya hadir untuk membantu meringankan beban kuliah melalui bantuan beasiswa dan bantuan lainnya.

“Orang tua punya tugas mendidik anak termasuk menanggung biaya kuliah. Pemerintah sebagai pendukung melalui bantuan dana beasiswa, biaya pemondokan dan mendirikan asrama,” jelas Yunius Tabuni.

Sebelum menyalurkan dana bantuan, pihaknya terlebih dahulu melakukan pendataan mahasiswa di setiap kota studi. Dalam kegiatan pendataan tersebut, pihaknya bertemu dan melihat secara langsung kondisi para mahasiswa, sekaligus bisa berdialog dan mendengar berbagai persoalan yang mereka alami.

“Pendataan mulai dari semester bawah sampai semester akhir agar kami punya data base dan bisa mempersiapkan anggaran untuk beasiswa ke depan. Dari kegiatan pendataan juga diketahui ternyata ada mahasiswa yang telah selesai kuliah tetapi namanya masih tercantum sebagai penerima beasiswa. Jadi persoalan seperti ini kami atasi agar ke depan tidak terulang,”tandas Kabag Ekonomi dan Pembangunan SDM.

Editor: LEPIANUS KOGOYA/YIKWA DERWES

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed