oleh

Gubernur: Mahasiswa Tidak Usah Pikir Merdeka

JAYAPURA (PTIMES)- Papua sudah final dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) sehingga generasi muda Papua dan mahasiswa hendaknya mengejar masa depan melalui belajar dan kuliah dengan baik. Mahasiswa tidak usah memikirkan dan menuntut referendum.

Hal itu dikemukakan Gubernur Papua Lukas Enembe,S.IP.MH disela-sela Acara Pelepasan Siswa Unggul Papua kepada Pemerintah Rusia Tahun Ajaran 2019-2020 kerjasama Pemerintah Provinsi Papua dan Papua Language Institute (PLI), Jumat siang (27/9/2019) di Gedung Negara Dok V Jayapura.

“Itulah sebabnya jangan (minta) merdeka jadi alasan untuk orang tidak sekolah. Tapi pendidikan (yang baik) akan menentukan masa depan orang Papua,” tegas dia.

Menurut Gubernur, masa depan pembangunan di Tanah Papua ditentukan oleh kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) yang handal. Sehingga keinginginan sebagian orang di Papua untuk merdeka (melepaskan diri dari NKRI) harus direnungkan kembali lebih jauh. Pasalnya, SDM asli Papua masih minim dan belum memenuhi bidang-bidang tertentu yang dibutuhkan.

“Hari ini orang Papua minta merdeka, tapi (sebenarnya) bukan cuma merdeka. Tapi apa yang harus kita buat (saat merdeka) kalau kita (sendiri) tidak berpendidikan bagus. Untuk menutut referendum yang utama sekali adalah SDM,”ujarnya..

Lukas mengapresiasi pengiriman mahasiswa ke Rusia yang bertepatan dengan momentum eksodus ratusan mahasiswa Papua dari seluruh kota studi di Indonesia. Kendati demikian, dia menyebut tak bakal menyerah dengan kondisi dan situasi di Papua yang sementara ini sedang terganggu.

“Sebab dalam 100 atau 200 tahun kedepan, kondisi dan situasi negara belum dapat ditebak. Sehingga fokus Pemprov Papua saat ini adalah mempersiapkan anak-anak Papua untuk belajar di berbagai bidang studi di seluruh dunia”.

Dengan begitu, diharapkan anak-anak tersebut dapat kembali ke Papua dan memiliki masa depan untuk melanjukan, mengelola, sumber daya alam kita serta memanfaatkan dan mempergunakannya untuk kemajuan rakyat diatas tanah ini,” kata dia.

Gubernur berpesan kepada putra dan putri yang telah dikirim ke luar negeri bahwa tugas utamanya adalah belajar serta tak bermasalah di tempat studi dengan siapa pun.

“Karena itu, adik-adikku yang kita kirim ke Rusia, jangan bikin masalah disana. Ini di negeri orang, anda (wajib) berusaha supaya masyarakat setempat bisa terima anda. Jangan bikin masalah disana,” tegas Gubernur.

Editor: ERWIN RIQUEN

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed