oleh

Pemkab Tolikara Siap Tuntaskan Kasus Stunting

KARUBAGA (PTIMES)- Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Tolikara melaporkan bahwa terdapat kurang lebih 6 kampung yang masuk menjadi kampung stunting. Keenam kampung itu antara lain Kampung Kulokname di Distrik Karubaga, Kampung Timedelo, Kimelo, Dimelo di Distrik Nabunage dan Kampung Marlo dan Aulani di distrik Kanggime.
“Kampung Stunting yang direkomendasikan itu di Karubaga satu kampung itu di Kulokname,kemudian di Nabunage ada tiga Timedelo Kimelo dan Dimelo dan di Kanggime di Marlo Dan Aulani,”beber Kepala Dinas Tanaman Pangan Kabupaten Tolikara, Denius Penggu, Amd. Ip disela-sela Sosialisasi Dan Bimbingan Teknis (Bintek) PNS penyusunan peta Food Security Furnability Atlas (FSVA) Neraca Bahan Makanan (NBM) dan Pelatihan Pola Pagan Harapan (PPH) yang digelar Kamis (19/9/2019) di Aula GIDI Karubaga.
Menurut Denius, Pemkab TOlikara berkomitmen untuk memaksimalkan ketahanan pangan di Tolikara dan menuntaskan kasus stunting didaerah tersebut.”Kampung Stungting yang direkomendasikan itu adalah daerah gagal tumbuh sehingga pemerintah daerah melaui Dinas Ketahanan Pangan akan berusaha memaksimalkan kampung ini tidak boleh lagi disebut kampung stunting,”tandas Denius Punggu.
Sementara itu Bupati Tolikara Usman G Wanimbo,SE.M.Si dalam sambutannya yang dibacakan Asisten II Setda Kabupaten Tolikara, Edie Rante Tasak disela-sela penutupan Sosialisasi dan Bimbingan Teknis (Bintek) penyusunan Peta FSVA dam NBM menginstruksikan kerjasama instansi tekhnis di daerahnya untuk meningkatkan ketahanan pangan di daerah itu. Koordinasi dan kerjasama antar dinas dalam meningkatakan ketahanan pangan sangat penting untuk mencegah kasus stunting dan gizi buruk.
“Kasus stunting ataupun busung lapar menujukan adanya permasalahan ketahanan pangan di daerah. Oleh karena itu, diperlukan penguatan ketahanan pangan daerah dengan melakukan advokasi kembali yang lebih intensif,”pinta
Menurut Bupati, ketahanan pangan membaik dengan ditunjukkan oleh peningkatan produksi pangan serta peningkatan konsumsi energi, protein dan kualitas konsumsi pangan. Ketersediaan pangan merupakan prasyarat penting bagi keberlanjutan konsumsi namun belum mencukupi dalam konteks ketahanan pangan karena masih banyak variabel yang berpengaruh untuk mencapai ketahanan pangan tingkat daerah dan rumah tangga. Oleh karena itu, berbagai upaya telah dilakukan oleh pemerintah daerah untuk memenuhi kebutuhan pangan di seluruh Tolikara.

Editor: LEPIANUS K/HANS B

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed