oleh

Maskot PON Peluang Bisnis Lokal

JAYAPURA (PTIMES)- Pengrajin dan industri lokal Papua diajak untuk memproduksi maskot Pekan Olahraga Nasional (PON) XX 2020 telah resmi diluncurkan Gubernur Papua Lukas Enembe,SIP.MH. Maskot PON 2020 menggunakan 2 jenis hewan yang merupakan endemik khas Papua, yakni Kangguru pohon mantel emas dan Burung Cenderawasih.
Biro Humas dan Protokol Setda Papua mendorong industri kecil dan menengah lokal di seluruh bumi cenderawasih, memanfaatkan momentum itu dengan membuat souvenir guna dijual kepada masyarakat.
“Peluncuran PON ini merupakan peluang bisnis yang saya rasa baik untuk dimanfaatkan industri kecil dan menengah Papua dengan membuat souvenir. Sebab jangan sampai justru industri dari luar Papua yang membuat lebih dulu lalu menjualnya disini,” terang Kepala Biro Humas dan Protokol Setda Papua Tommy Israil Ilolu, di Jayapura, Rabu (14/8/2019).
Menurut dia, selain dapat meningkatkan ekonomi industri kecil dan menengah lokal di Papua, pembuatan souvenir juga untuk mensosialisasikan pelaksanaan PON di Bumi Cenderawasih.
“Sebab dengan menjual souvenir dimana-mana, maka secara tak langsung industri kecil ini ikut menggemakan pelaksanaan PON. Dan ini yang menjadi keinginan gubernur agar seluruh masyarakat bisa mensosialisasikan PON, tak hanya lewat publikasi namun melalui penjualan pernak-pernik hingga menggiatkan ekonomi daerah,” harap dia.
Sebelumnya, Logo dan Maskot PON diluncurkan Papua pada awal bulan ini. logo dan maskot PON Papua menggunakan 2 jenis hewan endemik Papua, yaitu Kangguru pohon (Kangpho) dan Burung Cenderawasih digambarkan menggunakan mahkota pada bagian kepala dengan gambar gunung bersalju yang merupakan gambaran Puncak Gunung Jayawijaya.
Kangpho dan Burung Cenderawasih juga terlihat menggunakan rumbai-rumbai yang biasa dibuat dari akar pohon yang diletakkan pada pinggang yang merupakan busana kebesaran untuk kaum laki-laki dan perempuan di Papua. Terdapat tagline “Torang Bisa” yang bermakna semangat juang bagi para atlet yang akan bertanding di PON 2020.

Editor: ERWIN RIQUEN

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed