oleh

Tim Rugby Hollandia Juara Papua Open VI

JAYAPURA (PTIMES)-Tim Rugby putri dan putra Hollandia Jayapura tampil sebagai juara turnamen Papua Rugby Open ke-VI 2019 yang digagas Persatuan Rugby Union Indonesia (PRUI) Papua yang diikuti 11 tim putra dan 6 tim putri.
Tim asal Port Numbay itu memboyong gelar juara. Juara kedua dan ketiga putra putra masing-masing Bali Chilis dan tim rugby Bugin Me dari Timika. Juara kedua dan ketiga putri adalah Manuai rugby klub (kota Jayapura) dan Black Arrow (Timika). Pemain terbaik putra diraih Yakob Beanal dan pemain terbaik putri diraih Dina Olua.
Ketua panitia Desi Yanti Wanggai kepada pers mengatakan pertandingan rugby Papua Open tahun ini dilaksanakan selama sehari penuh. “Pertandingan kita laksanakan selama sehari penuh sejak pagi hingga sore hari di lapangan Trikora, Abepura Kota Jayapura,” katanya disela-sela pertandingan, Sabtu (3/8/2019).
Yanti Wanggai bilang tahun ini pesertanya bertambah, selain wakil dari pulau Dewata Bali (Bali Chilis) juga dimeriahkan wakil dari Papua Barat, tim rugby Oil Rigs dan pendatang baru dari Pegunungan Bintang, tim rugby Yotelasf Oksibil.
Kordinator bidang pertandingan, Lydia Veronika Kwano menambahkan, rugby sepintas dikenal sebagai olahraga permainan yang keras. Rugby kata Veronika Kwano butuh fisik yang prima dari para atletnya.
Namun demikian, rugby bisa memberikan sebuah tontonan yang menarik dan memiliki nilai seni tinggi untuk dinikmati, bila olahraga ini dimainkan dengan taktik dan tehnik serta disuport fisik yang baik.
“Memang rugby adalah olahraga yang keras kerena pemain saling berbenturan, tapi bila dimainkan dengan tehnik dan taktik yang baik mampu melahirkan sebuah tontonan seni yang indah dan sempurna,” katanya.
Kapten tim rugby Yotelasf Oksibil, Aries Tikiding menyampaikan, animo mereka buat mengikuti turnamen ini cukup tinggi. Buktinya sebelum ke Jayapura, mereka harus terbang ke Merauke terlebih dulu, sebab cuaca yang tidak memungkinkan dalam penerbangan dari Oksibil ke Jayapura.
“Kita baru tiba pagi langsung ikut bertanding. Tadi kami datang kesini (Jayapura) harus putar lewat Merauke, karena cuaca buruk sehingga pesawat harus putar ke Merauke baru lanjut ke Jayapura,” kata Tikiding.
Ketua PRUI Papua, Yansen Tinal menyatakan, olahraga rugby di Papua terus berkembang dan diperkenalkan kepada masyarakat luas. Salah satunya lewat turnamen rugby Papua open yang tahun ini memasuki event ke-VI.
“Ini adalah turnamen ke-6 dan tahun ini jumlah pesertanya terus bertambah. Kami berharap peserta pada tahun depan makin bertambah, tidak hanya dari Papua tapi juga dari luar Papua,” katanya.
Sementara itu, Sekretaris Jenderal Persatuan Rugby Union Indonesia atau PB PRUI, Doedie Gambiro terkesima menonton turnamen “Papua Rugby Open” ke-VI 2019.
Doedie mengakui atlet Papua secara fisik dan postur sangat ideal dan unggul dalam olahraga rugby. Sebabnya ia tidak meragukan skill permainan anak-anak Papua.

Editor: ROBIN J SINAMBELA

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed