oleh

Rapat Perdana, Puslatprov Agendakan Evaluasi

JAYAPURA- Pusat Latihan Provinsi (Puslatprov) Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Papua Kamis (08/3/2018) menggelar rapat perdana di Kantor Pengurus Besar Pekan Olahraga Nasional (PB-PON). Rapat dipimpin langsung Ketua Puslatprov Brigadir Jenderal TNI I Nyoman Cantiasa dan dihadiri pengurus Puslatprov, Sekretaris Umum (Sekum) KONI Papua itu menganggedakan evaluasi menyeluruh terkait keikutsertaan kontingen Papua pada PON XIX Jawa Barat.
Menurut Nyoman Cantiasa, evaluasi ini merupakan bagian dari langkah awal Puslatprov untuk menetapkan tahapan program-program kerja tim tersebut untuk mempersiapkan atlet Papua menuju PON XX di Bumi Cenderawasih. “Pertama kita evaluasi PON XIX 2016 untuk dijadikan pijakan awal menentukan langkah Papua menuju PON XX,”ungkap Kepala Staf Kodam (Kasdam) XVII Cenderawasih itu.
Lebih lanjut dikatakan Cantiasa bahwa evaluasi yang dijadwalkan akan digelar pada Jumat (16/3/2018) mendatang akan memberikan kesepatan kepada Ketua Satuan Tugas (Satgas) Papua Bangkit PON XIX untuk memaparkan berbagai hal terkait kontingen Papua pada PON XIX Jawa Barat termasuk perolehan medali di PON Jawa Barat.
“Minggu depan Ketua Satgas PON XIX Jawa Barat yang diketuai pak Jhoni Banua Rouw akan pemaparan hasil PON dan evaluasi menyeluruh tentang peluang, kendala, potensi dan hambatan tim Papua dan kemudian akan dijadikan bahan untuk melangkah kedepan,”katanya.
Dikatakan Cantiasa dari pemaparan singkat dalam rapat perdana diketahui bahwa kontingen Papua berada diurutan ke 7 dengan perolehan 19 medali emas dan medali perak sebanyak 18. Dari hasil ini tampak bahwa peluang Papua untuk memperolah tambahan medali emas di PON Jawa Barat sesungguhnya terbuka karena perolehan medali perak cukup banyak. “Maka itu kita ingin tau apa saja hambatan dan kendala yang dihadapi.”
Cantiasa mengakui bahwa atlet-atlet Papua memiliki potensi yang berbeda karena dari postur tubuh, anak-anak Papua memiliki keunggulan khusus. Oleh karenanya, Puslatprov akan mendesain atlet Papua untuk mencapai prestasi terbaik. “ Postur Papua berbeda dengan yang lainnya seperti bentuk, kaki, badan dan sebagainya. Makanya kita mendesain manusia Papua untuk menjadi atlet yang berprestasi,”ungkapnya.
Mengakhiri wawancara dengan awak media, ketua Puslatprov menekankan timnya yang dipimpinnya akan bekerja profesional. Maka itu, seluruh tim diminta menjaga kekompakan dan menghindari konflik internal. “ Tim saya harus kompak. Untuk misi menjadi Papua juara. Sebagai penyelenggara, tidak boleh ada konflik. Misalnya konflik antara pelatih dan atlit atau juga pengurus. Intinya tidak boleh ada penghianat,”tegas Brigjen Nyoman Cantiasa.

Editor: HANS BISAY

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed